makanan digoreng picu penyakit jantung

Makanan yang digoreng memang lezat, apalagi jika dimakan saat musim hujan? Tentu akan lebih nikmat saat menyantapnya. Namun tahukah Anda bila sajian yang diproses berlebihan tidaklah sehat, tak terkecuali makanan yang digoreng.

Terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk serangan jantung dan stroke. Kenapa makanan yang digoreng bisa memicu penyakit jantung?

Alasannya karena makanan yang digoreng mengandung lemak jenuh, gula rafinasi dan juga karbohidrat berlebih. Oleh karena itu pola makanan seperti ini tidak hanya memicu penyakit jantung, melainkan juga dapat memicu obesitas dan diabetes tipe 2.

Mengapa makanan yang digoreng berbahaya?

Bisa berbahaya karena mengonsumsinya terlalu sering dan berlebihan. Sebagian besar makanan yang digoreng diolah dengan campuran tepung yang kemudian digoreng, kadar kalorinya tentu sangat tinggi.

Baca juga: Beragam Penyakit Penyebab Bau Mulut

Ketika makanan digoreng, lemak dari minyak akan diserap. Belum lagi campuran hidrogen pada minyak demi membuatnya menjadi lebih padat.

Lemak jenuh ini masih menjadi primadona di industri makanan karena murah biaya produksinya, bertahan lama, dan memberikan tekstur renyah pada makanan.

Jenis makanan yang digoreng mengandun lemak jenuih yang dapat meningkatkan kadar kolesterol low-density lipoprotein atau kolesterol jahat, di sisi lain justru menurunkan kolesterol baik.

Senada dengan di atas, menurut penelitian, proses menggoreng akan meningkatkan produksi zat kimia yang memancing respon peradangan tubuh. Inilah yang membuatnya rentan memicu hipertensi, diabetes tipe 2, obesitas dan penyakit jantung.

Hubungannya dengan penyakit jantung?

Berdasarkan data dari 17 studi di PubMed, EMBASE, dan Web of Science yang pernah diterbitkan sebelum 11 April 2020, diketahui ada hubungan antara gorengan dengan risiko menderita penyakit jantung.

Baca juga: Gejala, Penyebab dan Pencegahan Penyakit Jantung

Seluruh studi itu melibatkan 562.445 partisipan. Tak hanya itu, tim peneliti juga mengumpulkan data dari 754.873 partisipan dan 85.906 kematian untuk mencari tahu korelasi antara makanan yang digoreng dan risiko kematian.

Hasilnya, partisipan yang mengonsumsi banyak makanan digoreng memiliki risiko lebih tinggi pada:

  • 28% lebih tinggi mengalami penyakit jantung
  • 22% lebih rentan menderita masalah jantung koroner
  • 37% ancaman mengalami gagal jantung
  • 12% risiko gagal jantung
  • 3% risiko stroke

Meski demikian, bukti yang dimiliki masih terbatas. Bisa juga temuan-temuan sebelumnya tidak konsisten. Apabila periode penelitian diperpanjang, bisa diketahui kian jelas hubungan antara mengonsumsi makanan yang digoreng dengan risiko kematian akibat penyakit jantung.

Selain itu, studi-studi di atas juga hanya melihat dampak dari satu jenis makanan yang digoreng seperti ikan goreng tepung atau kentang goreng. Berapa total asupan kalori partisipan tidak ikut dihitung.

Baca juga: 8 Jenis Buah Yang Aman Bagi Penderita Diabetes

Jadi, korelasi antara gorengan dengan risiko penyakit jantung bukan sebab-akibat, hanya saja ada hubungannya apabila dikonsumsi berlebih.

Tips mengonsumsi makanan yang digoreng

Bagi Anda yang sulit untuk meninggalkan makanan yang digoreng, perhatikan tips berikut agar tetap sehat:

  • Batasi porsinya dan jangan terlalu sering
  • Selektif membeli makanan yang digoreng
  • Baiknya makanan yang digoreng sendiri
  • Gunakan minyak yang baik
  • Keringkan minyak dengan tisu
  • Tambahkan sayur-sayuran

Kunci dari mencegah penyakit jantung adalah dengan menjalani gaya hidup sehat serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok, hindari mengonsumsi minuman beralkohol dan bersoda, siklus tidur tidak teratur dan jarang olahraga atau aktivitas fisik.

Sumber: sehatq.com

Leave a comment