gejala penyakit jantung

Meskipun hanya mempunyai ukuran sebesar kepalan tangan, jantung adalah organ terpenting dalam tubuh manusia. Selama jantung masih berdetak manusia tersebut dikatakan masih hidup meskipun dalam keadaan terbaring sakit atau bahkan koma.

Fungsi organ jantung adalah mengalirkan darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh. Oleh karena itu penting untuk menjaga organ jantung agar tidak terkena penyakit jantung. Apa itu penyakit jantung?

Penyakit jantung

Penyakit jantung ialah istilah yang digunakan dari semua penyakit yang menyerang jantung. Adapun beberapa penyakit jantung yang sering ditemui ialah

  • Penyakit jantung koroner
  • Penyakit jantung bawaan
  • Aritmia
  • Gagal jantung
  • Infeksi jantung
  • Penyakit katup jantung

Selain dikenal dengan istilah penyakit jantung, juga dikenal dengan penyakit kardiovaskular.

Penyakit ini umumnya mengacu pada kondisi yang melibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang dapat menyebabkan serangan jantung, nyeri dada atau stroke.

Gejala penyakit jantung

Gejala penyakit jantung sangat beragam, tergantung dari jenis kondisi yang dialami. Siapapun bisa mengalami penyakit jantung, baik orangtua maupun orang dewasa muda.

Baca juga: Gejala, Penyebab dan Pengobatan Diabetes Melitus

Berikut ini sejumlah gejala yang dapat muncul pada penyakit jantung, antara lain

  • Nyeri dada terasa seperti tertindih
  • Nyeri di leher, rahang, tenggorokan, punggung dan lengan
  • Jantung berdebar lebih cepat atau melambat
  • Perubahan pada irama jantung
  • Sesak napas
  • Batuk kering yang tidak membaik
  • Mudah lelah saat beraktivitas
  • Tangan dan kaki terasa dingin
  • Sianosis atau warna kulit yang membiru
  • Pembengkakan pada tungkai, lengan, perut atau sekitar mata
  • Pusing
  • Pingsan atau terasa ingin pingsan
  • Demam
  • Ruam kulit
  • Mudah lelah
Komplikasi penyakit jantung

Penyakit jantung akan lebih mudah ditangani bila terdeteksi lebih awal. Penyakit jantung yang dibiarkan dan berlangsung lama akan menyebabkan komplikasi.

Berikut ini sejumlah komplikasi yang dapat terjadi akibat penyakit jantung, diantaranya:

  • Aneurisma
  • Penyakit arteri perifer
  • Stroke
  • Gagal jantung
  • Serangan jantung
  • Henti jantung mendadak
Penyebab penyakit jantung

Ada banyak penyebab penyakit jantung tergantung faktor yang memicunya. Misalkan penyakit jantung koroner terjadi jika aliran darah ke jantung terhambat oleh adanya penumpukan lemak di pembuluh darah.

Penimbunan lemak di dalam arteri jantung ini dikenal dengan aterosklerosis yang merupakan penyabab utama penyakit jantung koroner.

Aterosklerosis bisa mengurangi suplai darah ke jantung serta menyebabkan terbentuknya penggumpalan darah.

Jika hal tersebut terjadi, maka aliran darah ke jantung akan terblokir sepenuhnya dan serangan jantung dapat terjadi. Faktor pemicunya meliputi kolesterol yang tinggi, merokok, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit jantung, seperti:

  • Kebiasaan merokok
  • Kadar kolesterol yang tinggi
  • Pola hidup tidak terjaga
  • Hipertensi atau tekenan darah tinggi meningkat
  • Kelebihan berat badan
  • Adanya penyakit diabetes
  • Faktor usia dan jenis kelamin
Diagnosis penyakit jantung

Pada tahap diagnosis awal, dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala, riwayat keluarga, dan pola hidup yang dijalani. Lalu dokter akan memeriksa detak jantung dan tekanan darah pasien. Sampel darah juga dapat diambil untuk mengukur kadar kolesterol dan protein C-reaktif.

Baca juga: Penyebab Pusing Saat Bangun Tidur

Kemudian, untuk memperkuat diagnosis dokter akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Metode pemeriksaan tergantung dari diagnosis dokter mengenai jenis penyakit jantung yang dialami pasien. Sejumlah metode pemeriksaan tersebut meliputi:

1. Elektrokardiografi (EKG)

EKG adalah tes yang bertujuan merekam sinyal listrik jantung. Kelebihan tes ini dapat mendeteksi kelainan pada irama dan struktur jantung. Dokter dapat menjalankan EKG dalam keadaan pasien beristirahat atau berolahraga.

Pada pemeriksaan ini, dokter akan meminta pasien berbaring, dan menempelkan 12-15 elektroda ke tubuhnya. Kemudian, mesin yang terhubung dengan elektroda akan merekam sinyal listrik jantung pasien.

2. Ekokardiografi

Ekokardiografi adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara (USG) pada jantung. Ekokardiografi membantu dokter mengevaluasi kondisi otot dan katup jantung pasien.

Dokter dapat menjalankan ekokardiografi dengan menggerakkan transduser pada dada pasien. Pada kasus lain, dokter dapat menggunakan transduser yang lebih kecil untuk dimasukkan ke kerongkongan. Transduser ini berfungsi mengirim gelombang suara dari dan ke jantung, untuk diterjemahkan menjadi gambar di monitor.

3. Uji tekanan (stress test)

Uji tekanan adalah pemeriksaan kondisi jantung saat detak jantung pasien meningkat. Untuk meningkatkan detak jantung, pasien akan diminta mengayuh sepeda statis atau berlari di treadmill.

4. Holter monitoring

Dalam pemeriksaan ini, pasien akan diminta memakai suatu perangkat di dada yang disebut monitor Holter. Monitor Holter akan merekam aktivitas listrik jantung selama 1-3 hari.

5. Tilt table test

Bila gejala penyakit jantung yang dialami pasien sampai membuatnya pingsan, dokter akan menjalankan tilt table test. Dalam tes ini, pasien akan dibaringkan di meja yang kemudian digerakkan dari posisi horizontal ke vertikal. Saat meja bergerak, dokter akan memonitor detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen dalam tubuh pasien. Tilt table test membantu dokter mengetahui apakah pasien pingsan akibat penyakit jantung atau kondisi lain.

6. CT scan jantung

Pemeriksaan ini menggunakan sinar X untuk menampilkan gambar jantung pasien dan pembuluh darah koroner. Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mendeteksi penumpukan kalsium di arteri koroner.

7. MRI jantung

Pada pemeriksaan ini, pasien akan diminta berbaring di meja periksa, lalu dimasukkan ke mesin MRI. Selama pemeriksaan, medan magnet di dalam mesin MRI akan menampilkan citra bagian dalam tubuh pasien. Kemudian, gambar tersebut akan dianalisis oleh dokter guna mendiagnosis jenis penyakit jantung yang dialami.

8. Katerisasi jantung

Katerisasi jantung adalah tindakan memasukkan selang kecil (kateter) melalui pembuluh darah di paha atau lengan. Dengan bantuan foto Rontgen, dokter akan mengarahkan kateter tersebut hingga ke jantung. Tindakan ini dapat membantu dokter mengetahui apakah ada sumbatan atau penyempitan di arteri.

Pencegahan penyakit jantung

Tidak semua jenis penyakit jantung bisa dicegah, misalnya seperti penyakit jantung bawaan. Namun penyakit jantung koroner, gagal jantung atau artimia umumnya dapat dicegah dengan cara

Baca juga: Tips Pola Makan Sehat Saat Pandemi COVID-19

  • Mengurangi makanan berlemak dan berkolesterol
  • Hindari rokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol atau minuman keras
  • Melakukan latihan fisik setidaknya 30 menit setiap hari
  • Mengonsumsi makanan tinggi serat, rendah gula dan rendah lemak
Kapan harus ke dokter?

Apabila pernah melakukan pemeriksaan dan hasil pemeriksaan kesehatan sistem kardiovaskular dinyatakan baik, maka pemeriksaan setahun sekali bisa dilakukan. Namun kalau hasil pemeriksaan terpampang adanya kelainan tertentu, pemeriksaan selanjutnya akan lebih dekat waktunya.

Selain itu apabila gejala yang dirasakan sudah terasa dan tidak kunjung hilang, maka cara terbaik adalah segera bertemu dokter. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.

Leave a comment