diabetes melitus

Diabetes tidak hanya menyebabkan kematian prematur di seluruh dunia. Penyakit ini juga menjadi penyebab utama kebutaan, penyakit jantung dan gagal ginjal.

Organisasi Internasional Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun diseluruh dunia menderita diabetes pada tahun 2019.

Angka ini diprediksi akan terus meningkat hingga mencapai 578 juta di tahun 2030 dan 700 juta di tahun 2045.

Indonesia sendiri berada di peringkat ke-7 di antara 10 negara dengan jumlah penderita terbanyak, yaitu sebesar 10,7 juta.

Indonesia menjadi negara satu-satunya di Asia Tenggara pada daftar tersebut, sehingga dapat diperkirakan besarnya kontribusi Indonesia terhadap kasus diabetes di Asia Tenggara.

PENYAKIT DIABETES MELITUS

Diabetes melitus adalah penyakit kronis berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebih batas normal. Penyebab kenaikan kadar gula darah tersebut menjadi landasan pengelompokkan jenis diabetes melitus.

Diabetes melitus tipe 1

Diabetes yang disebabkan kenaikan kadar gula darah karena kerusakan sel beta pankreas sehingga produksi insulin tidak ada sama sekali.

Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh pankreas untuk mencerna gula dalam darah. Penderita diabetes melitus tipe 1 membutuhkan asupan insulin dari luar tubuhnya.

Baca juga: Mitos Seputar Kanker Payudara

Diabetes melitus tipe 2

Diabetes yang disebabkan kenaikan gula darah karena penurunan sekresi insulin yang rendah oleh kelenjar pankreas.

Diabetes melitus tipe gestasional

Diabetes tipe ini ditandai dengan kenaikan gula darah selama masa kehamilan. Gangguan ini biasanya terjadi pada minggu ke-24 kehamilan dan kadar gula darah akan kembali normal setelah persalinan.

FAKTOR RISIKO DIABETES MELITUS

Seperti penyakit tidak menular lainnya, diabetes melitus juga memiliki faktor risiko atau faktor pencetus yang berkontribusi terhadap adanya penyakit tersebut.

Faktor risiko atau penyebab yang tidak dapat diubah

  • Ras/etnik, ras asia, indian amerika, hispanik, memiliki risiko diabetes melitus yang lebih besar.
  • Riwayat keluarga dengan diabetes
  • Umur, risiko diabetes melitus meningkat seiring meningkatnya usia. Jika Anda berusia >45 tahun, sebaiknya periksakan kadar gula darah.
  • Riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir bayi >4000 gram atau pernah menderita DM saat hamil (DM gestasional)
  • Riwayat lahir dengan berat badan rendah (< 2,5 kg)

Faktor risiko atau penyebab lainnya

  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Kurang aktivitas fisik
  • Rokok
  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi
  • Dislipidemia atau kadar kolesterol abnormal
  • Diet tidak sehat
  • Pola makan sembarangan
  • PCOS (Polycystic ovary syndrome)

Baca juga: Khasiat Jamu Brotowali Ampuh Obati Asam Urat

GEJALA DIABETES

Dikutip dari situs alodokter, diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja.

Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari bahwa mereka telah menderita diabetes selama bertahun-tahun, karena gejalanya cenderung tidak spesifik.

Beberapa ciri-ciri diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:

  • Sering merasa haus.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Sering merasa sangat lapar.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam urine. Keton adalah produk sisa dari pemecahan otot dan lemak akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula sebagai sumber energi.
  • Lemas.
  • Pandangan kabur.
  • Luka yang sulit sembuh.
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.

Beberapa gejala lain juga bisa menjadi ciri-ciri bahwa seseorang mengalami diabetes, antara lain:

  • Mulut kering.
  • Rasa terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.
  • Gatal-gatal.
  • Disfungsi ereksi atau impotensi.
  • Mudah tersinggung.
  • Mengalami hipoglikemia reaktif, yaitu hipoglikemia yang terjadi beberapa jam setelah makan akibat produksi insulin yang berlebihan.
  • Munculnya bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan, (akantosis nigrikans) sebagai tanda terjadinya resistensi insulin.

Beberapa orang dapat mengalami kondisi prediabetes, yaitu kondisi ketika glukosa dalam darah di atas normal, namun tidak cukup tinggi untuk didiagnosis sebagai diabetes. Seseorang yang menderita prediabetes dapat menderita diabetes tipe 2 jika tidak ditangani dengan baik.

KOMPLIKASI DIABETES MELITUS

Sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat diabetes tipe 1 dan 2 adalah:

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal kronis
  • Neuropati diabetik
  • Gangguan penglihatan
  • Katarak
  • Depresi
  • Demensia
  • Gangguan pendengaran
  • Luka dan infeksi pada kaki yang sulit sembuh
  • Kerusakan kulit akibat infeksi bakteri dan jamur, termasuk bakteri pemakan daging

Diabetes akibat kehamilan dapat menimbulkan komplikasi pada ibu hamil dan bayi. Contoh komplikasi pada ibu hamil adalah preeklamsia. Sedangkan contoh komplikasi yang dapat muncul pada bayi adalah:

  • Kelebihan berat badan saat lahir.
  • Kelahiran prematur.
  • Gula darah rendah (hipoglikemia).
  • Keguguran.
  • Penyakit kuning.
  • Meningkatnya risiko menderita diabetes tipe 2 pada saat bayi sudah menjadi dewasa.
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN

Pencegahan dan pengendalian diabetes melitus di Indonesia dilakukan agar individu yang sehat tetap sehat, orang yang sudah memiliki faktor risiko dapat mengendalikan faktor risiko agar tidak jatuh sakit diabetes, dan orang yang sudah menderita diabetes melitus dapat mengendalikan penyakitnya agar tidak terjadi komplikasi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes melitus ialah

  • Pengaturan pola makan
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga atau aktivitas fisik
  • Rutin melakukan pengecekan kadar gula darah

Selain diatas, keterlibatan keluarga juga berperan penting. Keterlibatan keluarga untuk mendorong penyandang diabetes untuk patuh minum obat, berperilaku hidup sehat, atau memodifikasi gaya hidupnya agar lebih sehat.

DIABETES MELITUS SEBAGAI KOMORBID COVID-19

COVID-19 yang menjadi pandemi di dunia sejak ditetapkan oleh WHO pada awal Maret 2020 telah memberikan dampak besar bagi negara di seluruh dunia.

Akibat yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun sosial dan ekonomi pun ikut terdampak.

Baca juga: Tips Pola Makan Sehat Saat Pandemi COVID-19

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia sampai tanggal 15 Januari 2021 sebanyak 869.000, kasus sembuh sebanyak 711.205 dan kasus meninggal sebanyak 25.246.

Dari seluruh kasus konfirmasi tersebut, terdapat pasien yang telah memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dilaporkan diderita oleh sebagian pasien COVID-19.

Leave a comment