gejala penyakit asam urat

Penyakit asam urat atau dalam dunia medis dikenal dengan gout, merupakan sebuah kondisi dimana kadar asam urat di dalam tubuh melebihi batas normal.

Kadar asam urat normal pada seseorang dapat berbeda-beda tergantung dari jenis kelaminnya. Asam urat normal pada perempuan, yaitu 2,5-7,5 mg/dL. dan kadar asam urat normal pada laki-laki adalah 4,0-8,5 mg/dL.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh The National Institute of Arthritis, penyakit asam urat sering kali terjadi pada usia 40-50 tahun.

Penyakit asam urat yang dibiarkan dan telah berlangsung lama dapat menyebabkan gout kronis yang bisa merusak persendian Anda secara keseluruhan. Dan pada akhirnya akan dapat menurunkan fungsi ginjal hingga membentuk batu ginjal.

Umumnya persendian yang terkena ada di jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan dan tangan. Tulang belakang juga bisa meski jarang terjadi.

Penyakit asam urat akan menyebabkan persendian terasa sakit, bengkak dan kemerahan. Adapun kondisi tersebut bisa memengaruhi satu sendi atau beberapa sendi pada waktu yang sama.

Gejala asam urat

Biasanya gejala mulai terasa ketika penyakit ini sudah berlangsung lama dan ditandai dengan serangan asam urat yang tiba-tiba dan terus berulang. Serangan ini pun cenderung sering terjadi pada tengah malam.

Baca juga: Gejala, Penyebab dan Pengobatan Diabetes

Adapun gejala penyakit asam urat paling umum adalah

  • Nyeri sendi parah dan mendadak
  • Sendi bengkak
  • Sendi kemerahan
  • Sendi terasa hangat dan lunak ketika ditekan

Selain gejala diatas, serangan akut gout dapat timbul demam dan nyeri hebat pada sendi yang biasanya bertahan berjam-jam hingga seharian.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda merasakan gejala penyakit asam urat seperti yang disebutkan diatas, maka segera periksa ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Pasalnya, kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan sendi secara permanen bila tidak ditangani dengan tepat.

Anda pun harus segera mencari pertolongan medis bila nyeri yang dirasakan kian parah, terasa panas dan meradang, disertai dengan demam tinggi. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi tanda Anda mengalami infeksi pada persendian.

Penyebab penyakit asam urat

Penyebab asam urat adalah karena kadar asam urat yang terlalu tinggi di dalam tubuh. Tubuh memproduksi uric acid secara alami ketika memecah purin, yaitu zat di tubuh yang berasal dari makanan yang Anda konsumsi.

Baca juga: Jamu Brotowali Ampuh Atasi Asam Urat

Dalam kondisi normal, uric acid akan dikeluarkan oleh tubuh melalui urine dan feses. Namun jika kadar asam urat normal berlebih, zat tersebut akhirnya menumpuk dan membentuk kristal di sekitar sendi. Penumpukan kristal urat ini lalu menimbulkan peradangan.

Kadar asam urat yang terlampau tinggi bisa disebabkan oleh pola makan tidak sehat, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan yang mengandung purin. Meski demikian, tidak semua orang dengan kadar uric acid yang tinggi akan mengalami penyakit gout.

Apa yang meningkatkan seseorang terkena penyakit asam urat?

Faktor utama Anda terkena penyakit asam urat adalah karena sering mengonsumsi makanan yang mengandung purin.

Namun ada berbagai faktor lain yang juga dapat meningkatkan seseorang terkena penyakit asam urat, yaitu:

  • Pertambahan usia dan jenis kelamin pria
  • Riwayat kesehatan keluarga
  • Obesitas
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Gangguan ginjal
  • Gaya hidup tidak sehat
  • Baru mengalami cedera atau menjalani operasi
Komplikasi

Penyakit gout dapat berkembang menjadi lebih parah manakala penderita tidak mengonsumsi obat yang telah diberikan dokter secara teratur.

Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain bila tidak mendapatkan perawatan medis yang tepat. Komplikasi asam urat yang mungkin bisa terjadi diantaranya:

Tophi. Kondisi ini ditandai dengan penumpukan kristal-kristal di bawah permukaan kulit yang membentuk benjolan bernama tophi. Umumnya terbentuk di jari, tangan, kaki, siku atau pergelangan kaki.
Kerusakan sendi. Bila penderita mengacuhkan anjuran untuk minum obat, maka bukan tidak mungkin persendiannya akan rusak permanen. Kondisi ini meningkatkan risiko cedera dan gangguan kesehatan tulang serta sendi lainnya.
Batu ginjal. Bila penyakit ini tidak ditangani dengan baik, kristal urat juga bisa tertumpuk di ginjal. Hal ini menyebabkan batu ginjal dan menghalangi aliran urin untuk keluar.
Gagal ginjal. Bila batu ginjal yang terbentuk semakin besar, tentunya ini akan mengganggu kerja ginjal, bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal.

Diagnosis penyakit asam urat

Penyakit asam urat seringkali mengecoh diagnosis dokter karena sebagian besar gejalanya hampir sama dengan penyakit lain, seperti rematik. Padahal rematik dan asam urat berbeda, termasuk penyebab yang ditimbulkannya.

Baca juga: Penyebab Pusing Saat Bangun Tidur

Berikut ini adalah beberapa pemeriksaan yang dianjurkan dokter untuk mendiagnosis asam urat, diantaranya:

Tes cairan sendi
Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil cairan sendi yang terkena menggunakan jarum suntik, untuk kemudian diperiksa di laboratorium. Kristal uric acid mungkin akan terlihat dengan pemeriksaan di bawah mikroskop.

Tes darah
Tes ini bertujuan untuk mengetahui kadar uric acid di dalam darah. Tes dilakukan dengan mengambil sampel darah penderita.

Tes urine
Selain melakukan tes darah, kadar uric acid juga akan dilihat di dalam urine Anda. Bila tidak normal, maka Anda sangat mungkin mengalami penyakit ini.

Rontgen sinar-X
Apabila dicurigai menderita kondisi ini, penderita perlu melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab peradangan yang terjadi pada sendi.

CT-scan atau ultrasound (USG)
Kedua pemeriksaan ini dapat mendeteksi tumpukan kristal di sendi, meskipun penderitanya tidak menimbulkan gejala.

Pengobatan penyakit asam urat

Salah satu pengobatan gout adalah dengan pemberian obat-obatan. Tentunya obat yang diberikan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi kesehatan penderita secara keseluruhan.

Berikut adalah obat asam urat yang umumya diberikan dokter:

  1. Obat antiinflamasi nonsteorid (NSAID), seperti ibuprofen, naproxen, atau celecoxib, untuk mengobati serangan atau gejala mendadak.
  2. Obat kortikosteroid, seperti prednisone, untuk mengurangi peradangan dan rasa nyeri.
  3. Obat colchicine untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan risiko kekambuhan.
  4. Obat yang mengontrol tingkat asam urat dalam darah, seperti allopurinol dan febuxostat.

Tidak hanya mengonsumsi obat-obatan saja, perawatan dirumah juga penting. Yaitu dengan perubahan gaya hidup. Setidaknya Anda mematuhi pantangan asam urat untuk mencegah kekambuhan dikemudian hari.

  • Membatasi makanan tinggi purin, seperti daging merah, jeroan, dan makanan laut (seafood).
  • Membatasi konsumsi alkohol dan minuman atau makanan mengandung fruktosa.
  • Mengonsumsi makanan untuk asam urat yang dapat membantu menurunkan kadar uric acid, seperti buah ceri.
  • Memperbanyak minum air.
  • Melakukan olahraga dengan rutin dan menurunkan berat badan.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.

Jika Anda mengalami serangan asam urat atau terjadi kekambuhan, selain minum obat dari dokter, Anda dapat melakukan cara rumahan berikut untuk membantu mengatasinya:

  • Istirahat
  • Angkat anggota tubuh yang terasa nyeri untuk mengurangi pembengkakan
  • Berikan kompres es pada sendi yang meradang selama sekitar 20 menit
  • Ulangi kompres sesering yang diperlukan

Semoga bermanfaat!

Leave a comment