mitos dan fakta usus buntu

Ada banyak informasi mengenai usus buntu yang beredar di kalangan masyarakat yang entah itu benar atau salah, seperti misalnya sering mengonsumsi makanan pedas bisa menyebabkan usus buntu? Benarkah demikian? Yuk simak fakta usus buntu disini.

Mitos dan Fakta Usus Buntu

Usus buntu atau apendiks merupakan organ berbentuk kantong kecil dan tipis, berukuran sepanjang 5 hingga 10 centimeter yang terhubung pada usus besar.

Fungsi usus buntu sendiri tidak diketahui secara spesifik. Namun, salah satu teori menyatakan bahwa usus buntuk bertindak sebagai gudang bakteri baik. Yang akan bekerja memperbaiki sistem pencernaan setelah terjadinya penyakit pencernaan.

Banyak orang Indonesia menyakini beragam mitos usus buntu, memang sebagian anggapan itu benar, namun tidak sedikit pula yang keliru dan cenderung menyesatkan.

Melalui penjelasan dibawah ini, diharapkan Anda bisa membedakan mitos usus buntu serta fakta yang sebenarnya.

Mitos 1: Usus Buntu Tidak Ada Gunanya

Fakta: Awalnya usus buntu dianggap tidak memiliki fungsi apapun, sehingga operasi pengangkatannya tidak akan memberikan dampak berarti pada tubuh manusia.

Baca juga: Manfaat dan Risiko Bahaya Makan Udang

Seiring dengen perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran, banyak studi membuktikan bahwa organ kecil ini ternyata ikut berperan membantu melindungi tubuh dari serangan penyebab penyakit.

Oleh karena itu, operasi pengangkatannya harus benar-benar atas indikasi dokter dengan mempertimbangkan untung dan rugi.

Mitos 2: Makan Biji Cabai atau Jambu Menyebabkan Radang Usus Buntu

Fakta: Radang usus buntu dapat disebabkan oleh dua hal. Pertama, infeksi yang membuat usus buntu membesar, rapuh dan terasa nyeri. Kedua, sumbatan usus akibat gumpalan tinja, cacing atau tumor.

Biji cabai atau biji jambu ukurannya terlalu kecil untuk dapat menyumbat usus buntu. Sehingga kecil kemungkinan bila keduanya menjadi penyebab radang usus buntu.

Karena itu, mitos mengenai biji cabai dan jambu menyebabkan radang usus buntu tidak perlu Anda percayai lagi.

Mitos 3: Radang Usus Buntu Bisa Sembuh Sendiri

Fakta: Pada sebagian kasus, keluhan nyeri yang dirasakan memang dapat mereda. Akan tetapi, peradangan ini tidak akan sembuh dengan sendirinya.

Umumnya perlu pengobatan khusus seperti pemberian antibiotik dan anti peradangan. Sebagian kasus bisa dilakukan operasi darurat bila kondisinya benar-benar parah.

Dinding usus buntu yang meradang sangat rapuh dan berisiko pecah kapan saja. Pecahnya dinding usus buntu tidak hanya mengakibatkan nyeri yang amat sangat, tetapi juga perdarahan hebat dan mengancam nyawa penderitanya.

Mitos 4: Setiap Nyeri Perut Pasti Disebabkan Usus Buntu

Fakta: Tidak semua nyeri perut disebabkan oleh usus buntu. Nyeri akibat radang usus buntu memiliki tanda yang khas. Awalnya, nyeri dirasakan di ulu hati, disertai rasa begah, perut kembung, atau mual muntah. Nyeri ini kemudian berpindah ke perut kanan bawah dan terasa sangat menusuk.

Baca juga: Mitos Seputar Kanker Payudara

Gejala lain yang umumnya mengiringi adalah demam, rasa kurang nyaman pada tubuh dan penurunan nafsu makan. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan penunjang lain untuk memastikan diagnosis radang usus buntu.

Mitos 5: Pengangkatan Usus Buntu Hanya untuk Mengatasi Apendisitis

Fakta: Sebuah penelitian dari Universitas Harvard menunjukkan bahwa pasien yang menjalani pengangkatan usus buntu yang meradang karena apendisitis ternyata lebih kecil kemungkinannya untuk memiliki penyakit kolitis ulseratif di kemudian hari (jika usus buntu mereka diangkat sebelum usia 20 tahun).

Mitos 6: Penyakit Usus Buntu Tak Dapat Dicegah

Fakta: Mitos usus buntu ini masih dipercaya banyak orang. Padahal, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah dan menurunkan risiko komplikasi yang serius.

Menurut University of Maryland Medical Center, makan buah dan sayuran, ditambah makanan kaya serat lainnya, dapat membantu mencegah usus buntu Anda meradang.

Mitos 7: Radang Usus Buntu Disembuhkan Dengan Operasi

Fakta: Pada dasarnya apabila usus buntu belum pecah maka tindakan operasi tidak dibutuhkan. Karena sebelum itu dokter akan memberikan terapi antibiotik.

Mitos 8: Mie Instan Menyebabkan Usus Buntu

Fakta: Konsumsi mie instan tidak menyebabkan usus buntu. Namun sering mengonsumsi mie instan akan meningkatkan risiko berat badan berlebih dan tidak tercukupinya gizi seimbang pada tubuh.

Baca juga: Tips Mengatasi Sembelit Anak

Mitos 9: Operasi Usus Buntu Menyebabkan Bekas Sayatan

Fakta: Dengan kemajuan teknologi yang ada, sudah terdapat teknologi operasi dengan sayatan yang kecil sehingga tidak akan memberikan bekas sayatan lebar pada tubuh penderita.

Mitos 10: Melompat Setelah Makan Menyebabkan Radang Usus Buntu

Fakta: Mitos usus buntu ini juga tidak perlu Anda percaya lagi. Sebab tidak ada hubungannya antara melompat dengan radang usus buntu. Alangkah baiknya, Anda tidak perlu melompat atau berolahraga berat sehabis makan. Karena hal ini dapat membuat perut menjadi kram.

Perlu diingat lagi bahwa setiap organ yang diciptakan bukan tanpa arti, begitu pula dengan usus buntu. Setelah mengetahui fakta sebenarnya tentang usus buntu, agar fungsinya tetap optimal alangkah baiknya untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat.

Leave a comment