penis bengkok saat ereksi

Bagi kaum pria, memiliki organ intim yang sehat dengan tampilan “gagah” tentu jadi kebanggaan tersendiri. Sayangnya, tidak semua penis pria bisa memiliki kondisi yang sempurna.

Ada beberapa permasalahan yang bisa membuat pria tidak percaya diri dan mengalami ketidaknyamanan, salah satunya ialah memiliki penis bengkok.

Penis bengkok dapat menimbulkan beberapa gejala yang kadang mengganggu. Selain itu kondisi ini juga memengaruhi kehidupan seksualnya, yaitu menurunkan kepuasaan saat bercinta.

Kenapa penis bengkok?

Tidak usah panik dan cemas melihat penis bengkok saat ereksi, ketahuilah bahwa kondisi ini normal dialami pria. Saat ereksi, arah penis bengkok bisa menghadap ke atas, bawah atau samping.

Meskipun hal ini normal, namun banyak pria yang tidak percaya diri memiliki penis bengkok dan berusaha meluruskan penis bengkok dengan berbagai cara.

Dokter Dyah Novita Anggraini menjelaskan, penis bengkok dalam bahasa medis disebut Peyronie’s disease.

Baca juga: Pentingnya Membaca Label Nutrisi Produk Kemasan

Penyakit ini merupakan kondisi adanya pembentukan lapisan jaringan fibrosa parut yang keras di bawah kulit, umumnya terjadi pada bagian atas atau bawah penis. Kondisi penis bengkok akan lebih mudah teridentifikasi ketika ereksi.

Beberapa gejala yang menyertai ketika seorang pria mengalami penis bengkok seperti

  • Nyeri ketika ereksi
  • Penis berubah bentuk, panjang dan lingkarnya
  • Batang penis menebal

Melansir WebMD, Ryan Berglund, MD, seorang asisten profesor bedah di Glickman Urological and Kidney Institute di Cleveland Clinic, Amerika Serikat, mengatakan bila pria mengalami penis bengkok dengan lengkungan 10 derajat, hal ini tidak terlalu berdampak pada fungsi penis.

Tapi, jika lengkungannya mencapai 30 derajat atau lebih, maka bisa memengaruhi fungsi penis terutama saat ereksi.

Risiko berkembangnya penyakit Peyronie meningkat seiring bertambahnya usia. Anda mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit Peyronie bila mengalami kondisi seperti:

  • Terlibat dalam aktivitas seksual atau non-seksual yang kuat dan menyebabkan cedera mikro pada penis.
  • Memiliki gangguan autoimun.
  • Menderita diabetes dan disfungsi ereksi.
  • Memiliki riwayat pengobatan kanker prostat dengan metode pembedahan.
  • Punya riwayat keluarga dengan penyakit Peyronie.

Baca juga: Penyebab & Pencegahan Diabetes Melitus

Penis bengkok bisa ganggu aktivitas bercinta

Penis bengkok bisa menyebabkan orang yang mengalaminya merasakan nyeri hebat ketika ereksi, apalagi bila lengkungannya semakin bengkok.

Dokter Dyah Novita menjelaskan, “Jika kondisi jaringan parutnya meluas dan sangat menarik jaringan penis, maka akan menyebabkan rasa nyeri. Kalau memang sampai nyeri, jelas ini akan berpengaruh pada kehidupan seksual.”

“Baik pria maupun wanita, keduanya mungkin sama-sama merasa tidak nyaman, apalagi bagi pria yang memiliki penis bengkok,” lanjutnya.

Dalam keadaan normal, ereksi penis akan berbentuk lurus. Tapi, penderita penis bengkok akan mengalami ereksi dengan arah yang berbeda.

Bahkan dalam beberapa kasus, penis bengkok yang ereksi berbentuk lebih pendek sehingga menyulitkan hubungan seksual.

Jangan ragu dan malu berkonsultasi dengan dokter bila mempunyai masalah penis bengkok. Agar tetap nyaman dengan pasangan, komunikasikan masalah ini dengan pasangan. Minta ia untuk mengerti dan sama-sama mencari solusi terbaik ke rumah sakit.

Leave a comment