jenis minuman setelah olahraga

Masih banyak kita temui orang disekitar setelah berolahraga minum minuman dingin. Apakah hal ini baik untuk kesehatan? Lalu minuman apa saja yang dianjurkan untuk dikonsumsi setelah berolahraga?

Setelah berolahraga, semua orang segera ingin melepas dahaga, apalagi olahraga yang dilakukan sangat berat serta kondisi cuaca panas. Tentu yang terlintas adalah minuman dingin, manis dan menyegarkan.

Tubuh kehilangan banyak energi setelah melakukan aktifitas olahraga, karena itu setelah berolahraga dianjurkan untuk mengonsumsi minuman yang dapat mengembalikan elektrolit serta kadar gula darah ke jumlah yang normal.

Akan lebih baik lagi jika minuman yang dikonsumsi dapat mengurangi kerusakan otot selama berolahraga. Proses ini disebut recovery atau pemulihan.

Recovery merupakan proses yang sangat penting jika Anda ingin tubuh tetap bugar, dapat kembali beraktivitas normal, serta berolahraga optimal tanpa cedera. Berikut adalah rekomendasi minuman setelah berolahraga.

Baca juga: Mitos Seputar Kanker Payudara

1. Air Kelapa

Minuman yang baik dikonsumsi setelah olahraga adalah air kelapa. Karena air kelapa mengandung banyak elektrolit dan aktioksidan.

Menurut sebuah studi, air kelapa memiliki kandungan kalium. Kalium adalahzat elektrolit penting yang hilang dalam keringat, zat ini akan membantu tubuh untuk menyimpan karbohidrat untuk energi.

Karena kandungan kalium yang kaya ini, air kelapa sangat dianjurkan untuk dikonsumsi setelah berolahraga demi mengembalikan stamina tubuh.

2. Jus Jeruk

Tidak hanya baik untuk menurunkan kolesterol, jus jeruk juga dipercaya dapat mengembalikan stamina tubuh karena kaya vitamin dan mineral.

Gula alami dalam jus jeruk (jeruk asli, bukan sirup atau konsentrat) cukup untuk menggantikan sebagian gula yang digunakan tubuh ketika berolahraga.

Jus jeruk mengandung karbohidrat dan kalium, tetapi yang membedakan dengan minuman lainnya adalah kandungan vitamin C yang tinggi. Seperti yang diketahui bahwa vitamin C merupakan antioksidan yang baik untuk kesehatan.

3. Jus Semangka

Semangka merupakan salah satu buah yang kaya akan air. Satu cangkir jus semangka memiliki 6 persen dari nilai harian kebutuhan kalium, magnesium, dan elektrolit lain seperti kalsium dan fosfor.

Selain itu Anda juga bisa mendapatkan sumber vitamin dan antioksidan dari jus semangka. Salah satu, kekurangan utama menggunakan jus sebagai pengganti minuman elektrolit adalah rendah natrium.

4. Susu Cokelat

Rasanya yang enak dan creamy tentu membuat banyak orang suka dengan susu cokelat. Terlebih minuman ini baik dikonsumsi setelah beraktivitas fisik.

Susu cokelat memberikan tubuh Anda asupan protein, kalsium, serta karbohidrat yang diperlukan untuk proses pemulihan dan perkembangan otot, terutama setelah berolahraga intens.

Anda bisa menambahkan beberapa potong pisang ke dalam susu cokelat dan haluskan dengan blender. Dengan menambahkan pisang, susu cokelat Anda akan diperkaya dengan elektrolit yang diperlukan tubuh.

5. Yoghurt

Jika tidak terlalu menyukai susu coklat, Anda bisa menggantinya dengan yoghurt. Yoghurt dapat memberikan sejumlah protein yang penting untuk proses pemulihan tubuh.

Anda dapat menambahkan buah-buahan ke dalam yoghurt, seperti stroberi, pisang, atau blueberry agar lebih segar. Selain kaya protein dan karbohidrat, Anda juga dapat memperoleh elektrolit dan antioksidan dari asupan tersebut.

6. Infused Water

Infused water atau air detoks adalah air yang telah diresapi dengan rasa buah-buahan segar, sayuran atau rempah-rempah.

Anda bisa membuat infused water di rumah dengan cara mencampurkan air dengan buah-buahan seperti lemon, straberi, blueberry, lemon, dll. Infused water menjadi pilihan yang baik untuk mengembalikan dehidrasi.

7. Teh

Penelitian menunjukkan bahwa minum teh, baik teh hijau maupun hitam efektif untuk membantu proses pemecahan lemak selama latihan aerobik dan pemulihan setelah latihan.

Penelitian lain pada 2010 menemukan, kadar darah atlet pria yang minum teh setelah menyelesaikan sprint (lari cepat) memiliki tingkat antioksidan tinggi dan kortisol yang rendah. Hal ini bisa disebabkan karena teh mengandung zat antioksidan theaflavin.

8. Minuman Isotonik

Minuman ini mengandung kombinasi karbohidrat, cairan, dan elektrolit untuk menjaga hidrasi dan energi selama olahraga. Namun, perlu diingat minuman olahraga yang dijual di pasaran dapat mengandung pewarna, rasa tambahan, pemanis tambahan yang tidak diperlukan tubuh.

Selain jenis minuman diatas, Anda juga perlu mengonsumsi air setelah maupun selama olahraga. Pasalnya tubuh memerlukan cairan dalam jumlah yang banyak, jadi harus diimbangi dengan minum air.

Semoga bermanfaat! Jangan lupa share ya.

Leave a comment