membaca label nutrisi makanan

Di setiap makananan maupun minuman kemasan yang tersaji di warung, minimarket dan supermarket pasti ada label nutrisinya.

Dengan adanya informasi label nutrisi ini, Anda bisa memilih produk makanan atau minuman yang lebih sehat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Tak hanya itu, Anda juga dapat menghindari adanya bahan baku atau zat di dalam makanan atau minuman yang dapat memicu alergi. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami label nutrisi pada setiap produk yang akan dikonsumsi.

Cara membaca label nutrisi makanan

Jika Anda dapat memahami dan membaca label nutrisi makanan dengan baik, ini akan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Mengelola jumlah konsumsi kalori

Asupan kalori untuk tubuh per hari umumnya adalah 2.000 kkal untuk wanita dan 2.500 kkal untuk pria. Namun jumlah ini dapat berubah seiring dengan usia, berat badan, dan aktivitas yang dilakukan.

Baca juga: Tips Pola Makan Sehat Saat Pandemi

Pada setiap label kemasan, tertulis angka energi total dalam satuan kkal per takaran saji. Angka ini dapat menjadi patokan berapa jumlah kalori yang Anda dapatkan jika mengonsumsi makanan atau minuman kemasan tersebut.

Dengan begitu, Anda bisa mengelola asupan kalori harian agar sesuai kebutuhan. Jika asupan kalori berlebihan ini akan memicu berat badan naik atau obesitas.

Mengatur berat badan

Menghitung asupan kalori sangat penting untuk berat badan. Jika Anda ingin menaikan berat badan, maka perbanyak konsumsi kalori dan jumlah kalori ini harus lebih banyak daripada jumlah kalori yang dibakar selama aktivitas.

Sebaliknya jika ingin menurunkan berat badan, maka asupan kalori harus lebih kecil daripada jumlah kalori yang dibakar.

Dengan membaca label nutrisi, Anda akan mengetahui produk makanan atau minuman mana saja yang sesuai dengan kebutuhan kalori harian.

Memenuhi kebutuhan nutrisi harian

Salah satu menjaga kesehatan tubuh adalah mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Nah, membaca label nutrisi akan sangat bermanfaat, karena Anda dapat membandingkan jenis dan nilai nutrisi dalam dua produk yang serupa.

Contohnya, jika Anda ingin membeli produk keripik kentang, bacalah label nutrisi dan bandingkan kandungan lemak jenuh pada beberapa produk yang berbeda. Setelah itu, pilihlah produk dengan lemak jenuh paling rendah agar lebih sehat.

Baca juga: 8 Jenis Minuman Yang Baik Dikonsumsi Setelah Olahraga

Beberapa kandungan nutrisi yang perlu dibatasi
Ilustrasi nutrisi tubuh

Label nutrisi dapat membantu Anda menentukan kandungan mana saja yang sebaiknya dibatasi atau ditingkatkan konsumsinya. Ada beberapa nutrisi yang sebaiknya Anda pilih dengan kadar lebih tinggi, di antaranya:

  • Lemak tidak jenuh ganda (polyunsaturated fat)
  • Lemak tidak jenuh tunggal (monosaturated fat)
  • Kalsium (Ca)
  • Serat
  • Vitamin
  • Zat besi
  • Protein

Namun, ada pula beberapa kandungan nutrisi yang harus Anda batasi konsumsinya, antara lain:

1. Karbohidrat dan gula

Kadar karbohidrat dalam suatu produk dapat dikatakan tinggi bila mengandung lebih dari 22,5 gram karbohidrat atau gula per 100 gram takaran saji.

Sementara kadar karbohidrat dikatakan rendah bila hanya mengandung 5 gram karbohidrat atau gula per 100 gramtakaran saji.

2. Total lemak

Total lemak dalam satu kemasan produk makanan tergolong tinggi jika melebihi 17,5 gram per 100 gram takaran saji dan terbilang rendah bila kurang dari 3 gram per 100 gram takaran saji.

3. Lemak jenuh (saturated fat)

Kandungan lemak jenuh di dalam suatu produk tergolong tinggi jika jumlahnya melebihi 5 gram per 100 gram takaran saji dan tergolong rendah jika kurang dari 1,5 gram per 100 gram takaran saji.

4. Garam (sodium atau natrium)

Garam umumnya tertera dengan istilah sodium atau natrium pada kemasan. Kandungan garam dapat dikatakan tinggi bila suatu produk mengandung lebih dari 1,5 gram garam per 100 gram takaran saji dan tergolong rendah jika hanya mengandung 1,5 gram garam atau kurang per 100 gram takaran saji.

Baca juga: Jamu Brotowali Ampuh Obati Asam Urat?

Panduan asupan nutrisi bagi penderita penyakit tertentu
Makan-makanan sehat

Jika Anda atau anggota keluarga yang memiliki riwayat tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi yang membutuhkan diet khusus, membaca label produk kemasan akan memudahkanmu untuk menentukan pilihan makanan atau minuman yang baik bagi tubuh.

Berikut ini panduan asupan nutrisi bagi yang memiliki kondisi atau menderita penyakit tertentu:

1. Diabetes

Bagi penderita diabetes, perlu membatasi asupan kadar gula dan karbohidrat yang tinggi. Hal ini untuk mencegah peningkatan kadar gula darah yang semakin sulit dikontrol oleh penderitanya.

2. Penyakit jantung dan kolesterol tinggi

Bagi yang mempunyai kolesterol tinggi maupun penyakit kardiovaskuler seperti stroke dan penyakit jantung. Disarankan untuk mengurangi makanan yang mengandung kolesterol, lemak jenuh, lemak trans dan garam berlebih.

3. Hipertensi

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dipicu karena terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi. Oleh karena itu penderita hipertensi sebaiknya mengurangi asupan makanan yang mengandung garam, baik sodium maupun natrium.

4. Osteoporosis

Penderita osteoporosis perlu memperbanyak konsumsi makanan atau minuman tinggi kalsium. Selain itu, untuk memperkuat tulang, penderita osteoporosis juga disarankan untuk mencukupi asupan vitamin D.

5. Penyakit autoimun atau kekebalan tubuh

Penderita penyakit autoimun perlu memperbanyak konsumsi produk yang mengandung mineral dan vitamin, seperti zat besi, vitamin A, dan vitamin C.

Yang tidak kalah penting saat membeli makanan atau minuman kemasan ialah memperhatikan tanggal kadaluwarsa. Jangan sampai Anda membeli produk yang sudah melewati masa berlaku karena dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Leave a comment